News and Knowledge

Table of Contents

Prosedur Inspeksi untuk Shackle

Dalam kegiatan pengangkatan dan pemasangan, shackle merupakan komponen penting yang berfungsi sebagai penghubung antara sling, wire rope, chains, dan beban. Inspeksi dilakukan secara visual dan dimensional, dan dicatat sebagai bagian dari dokumen keselamatan kerja. Oleh karena itu, pemahaman terhadap prosedur inspeksi shackle wajib dilakukan sebelum peralatan digunakan.

Apa itu Shackle?

Sebuah shackle adalah perangkat rigging berbentuk U (bow shackle) atau D (D shackle) yang dilengkapi dengan pin sebagai pengunci. Shackles dirancang untuk menahan beban tarik dan digunakan dalam berbagai aplikasi pengangkatan, pengujian beban, dan pemasangan peralatan berat. Setiap shackle memiliki Batas Beban Kerja (WLL) yang ditentukan oleh pabrikannya, yang harus dipatuhi selama penggunaan.

Mengapa Shackle Perlu Diperiksa?

Inspeksi shackle bertujuan untuk memastikan bahwa peralatan masih dalam kondisi baik dan aman untuk digunakan. Shackle yang aus, bengkok, atau rusak dapat kehilangan kapasitas angkatnya secara signifikan.

Tanpa inspeksi yang tepat, risiko kegagalan pengangkatan meningkat, terutama pada pekerjaan yang melibatkan beban berat atau kondisi kerja yang berat.

Standar Inspeksi untuk Shackle

Secara umum, inspeksi shackle mengacu pada standar produksi, standar internasional, dan prosedur internal perusahaan. Berikut ini adalah prosedur untuk melakukan inspeksi shackle.

1. Persiapan Inspeksi

Sebelum melakukan inspeksi, pastikan bahwa pengait bebas dari kotoran, minyak, atau karat yang dapat mengganggu proses inspeksi. Identifikasi spesifikasi pengait, termasuk jenis, ukuran, dan WLL berdasarkan tanda-tanda pada badan pengait.

2. Inspeksi Visual

Lakukan pemeriksaan visual yang teliti pada badan dan pengait pin untuk mendeteksi retakan, korosi berlebihan, deformasi atau perubahan bentuk, ulir pin yang rusak, atau pin yang tidak sesuai spesifikasi atau bukan asli. Jika ditemukan kerusakan visual, pengait pin harus segera dilepas dan tidak boleh digunakan.

3. Inspeksi Dimensi

Ukur diameter pin dan badan pengait untuk memastikan tidak terjadi pengurangan dimensi akibat keausan. Pengurangan ukuran yang melebihi batas toleransi produksi pabrik merupakan indikasi bahwa shackle tidak lagi layak digunakan.

4. Inspeksi Fungsi Pin

Pastikan bahwa pin dapat dipasang dan dilepas dengan benar, serta terpasang sepenuhnya saat digunakan. Pin yang macet atau tidak dapat terkunci dengan benar berpotensi menyebabkan kegagalan pengangkatan.

5. Penilaian dan Penilaian

Setelah inspeksi selesai, evaluasi hasilnya. Shackle yang memenuhi persyaratan inspeksi dapat ditandai sebagai layak pakai, sementara shackle yang tidak memenuhi kriteria harus dipisahkan atau dihentikan penggunaannya.

Pentingnya Menggunakan Shackle Bersertifikat dan Telah Diinspeksi

Penggunaan shackle yang telah melalui proses inspeksi dan sertifikasi menjamin bahwa peralatan tersebut memenuhi standar keselamatan dan teknis. Hal ini sangat penting untuk pengujian beban, pengangkatan berat, dan proyek industri berisiko tinggi.

Goutama Weight & Testing menyediakan shackle dengan kapasitas hingga 150 ton untuk berbagai kebutuhan rigging industri dan pengujian beban (load testing).

Hubungi kami sekarang untuk solusi penyewaan shackle yang aman dan andal, didukung oleh tim profesional berpengalaman.

📩sales-indo@goutama.biz‎ | sales-jakarta@goutama.biz
 ðŸ“ž0811-6932-011 | 0811-169-631

Facebook
Twitter
LinkedIn
id_IDIndonesian

NEED A QUOTE?

With the dedication of our knowledgeable representatives, we will provide optimum care and concerns in every project that we anticipate. The objective of this approach is to protect our clients from emerging areas of risk.