
Peran Spreader Bars dan Lifting Beams dalam Load Testing (Pengujian Beban)
Sekilas, spreader bar dan lifting beam mungkin tampak seperti alat yang sama. Namun pada kenyataannya, keduanya dirancang untuk fungsi yang berbeda dan memiliki cara kerja yang berbeda. Artikel ini akan membantu Anda agar lebih memahami perbedaan antara spreader bar dan lifting beam serta menjelaskan peran masing-masing dalam proses load testing (pengujian beban).
Apa itu Spreader Bar?
Spreader bar adalah alat bantu pengangkatan yang digunakan untuk mendistribusikan beban secara merata dengan cara menyebar titik-titik pengangkatan menggunakan sling yang dipasang pada kedua ujungnya. Alat ini biasanya digunakan untuk:
- Mengurangi tekanan pada beban
- Mengontrol bentuk muatan untuk mencegah terjadinya distorsi
- Menghindari sudut yang terlalu tajam pada sling
Spreader bar ini memiliki sistem kompresi, sehingga sangat cocok untuk mengangkat muatan yang panjang atau lebar
Apa itu Lifting Beam?
Lifting beam adalah alat angkat yang berfungsi sebagai penghubung langsung antara crane dan beban, dengan beban digantung di bawahnya. Berbeda dengan spreader bar, Lifting beam bekerja berdasarkan sistem tegangan dan biasanya memiliki satu titik pengangkatan utama di bagian atasnya.
Lifting beam banyak digunakan untuk:
- Pengangkatan beban berat secara vertikal
- Ruang terbatas
- Digunakan dengan crane hook yang memiliki single point
Fungsi dalam Proses Pengujian Beban
Selama load testing (pengujian beban), baik spreader bar maupun lifting beam memiliki peran penting dalam memastikan bahwa peralatan angkat beroperasi sesuai dengan standar keselamatan, seperti:
1. Di lapangan, beban jarang diangkat dari satu titik saja, sehingga digunakan beberapa titik pengangkatan dengan distribusi beban tertentu. Diperlukan konfigurasi rigging yang tepat untuk mensimulasikan distribusi beban yang sebenarnya dan menghasilkan data uji yang valid.
2. Untuk mengendalikan distribusi beban agar tidak hanya fokus pada satu titik saja, yang dapat menyebabkan kelebihan beban pada satu komponen struktural dan menimbulkan risiko kegagalan selama proses pengujian.
3. Mengurangi sudut sling untuk menghindari peningkatan gaya tarik yang terlalu besar. Spreader bar menjaga agar sudut sling tetap kecil, sementara lifting beam menjaga agar gaya tetap vertikal.
4. Membantu melindungi struktur dari peralatan yang sedang diuji, terutama untuk peralatan yang sensitif terhadap tekanan atau deformasi, karena tegangan didistribusikan secara lebih merata.
Contoh Peralatan yang Membutuhkan Spreader Bar atau Lifting Beam Selama Load Testing (Pengujian Beban)
1. Crane: menggunakan spreader bar untuk memastikan beban tidak terkonsentrasi pada hook crane
2. Perlengkapan rigging (shackle, sling, hook): menggunakan lifting beam untuk menjaga agar gaya tetap vertikal
3. Spreader Frame atau Sistem Pengangkatan Modular: menggunakan spreader bar tambahan untuk mensimulasikan beban sebenarnya
4. Lifting Lug / Pad Eye: Use a spreader bar to distribute the load according to the design and test it with a multi-point configuration
Kesimpulan
Meskipun tampak serupa, spreader bar dan lifting beam memiliki fungsi penting dalam industri pengangkatan dan memainkan peran krusial dalam proses pengujian beban untuk memastikan peralatan pengangkatan beroperasi sesuai dengan standar keselamatan.
Butuh layanan pengujian beban yang profesional?
Percayakan pada Goutama Weight & Testing, yang memiliki pengalaman luas dalam pengujian beban, inspeksi, dan sertifikasi peralatan angkat.
Contact Goutama Weight & Testing now for a consultation and to schedule your testing!
📩sales-indo@goutama.biz‎ | sales-jakarta@goutama.biz
 📞0811-6932-011 | 0811-169-631